Pemerintah Kota Lubuk Linggau melakukan pelaksanan persiapan Lauching Pemberian Sanitasi, Bedah Rumah, dan Pemberian Bantuan anak Stunting Se-Sumatra Selatan
LUBUK LINGGAU— Pemerintah Kota Lubuk Linggau melaksankan Launching bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni dan Pemberian Sanitasi secara Serentak dalam upaya pengentasan stunting dan pengetasan kemiskinan ekstrem se-Sumatera Selatan.

Pemeritah Kota Lubuk Linggau menyerahkan bantuan RTLH Kategori Beresiko Stunting dan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem (PKE) sekaligus Launching Bersama Pemerintah Provinsi mengenai Perbaikan RTLH dan Pemberian Sanitasi Secara Serentak Via Zoom Meeting di Cinema Hall Lt.5 Gedung Pemkot Lubuk Linggau Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (21/2/2024).

Baca Juga
Pj. Wali Kota Lubuk Linggau Bapak Ir. H. Trisko Defriyansa, S.T., M.Si., IPU dan Kepala Disperakim Febrio Fadilah, S.T.,M.M melakukan Monitoring dan Penanaman Vegetasi
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Lubuk Linggau Febrio Fadilah, S.T.,M.M beserta Staf dan Kader Posyandu Ibu Siti Paryati mengunjungi anak yang Stunting.
Kemudian kegiatan ini dilakukan melalui Via Zoom dan menghadiri via zoom Meeting Pj Wali Kota, H Trisko Defriyansa, Kadis PUPR, Ahmad Asril Asri, Kepala Dinas Perkim, Febrio Fadilah, Kepala Dinas Kominfotiksan, M Johan Iman Sitepu, Kepala DLH, H Hendra Gunawan, Kepala Disdikbud, Firdaus Abky.
Sementara yang menghadiri secara langsung yaitu Pj Sekda, H Tamri, Staf Ahli Bidang Pemerintah Hukum dan Politik, Fauzi Azhar, Asisten II Bidang Perekonomian, Surya Dharma, Asisten III, Bidang Administrasi Umum, Herdawan, Direktur PT. Linggau Bisa, Eddy Syaputra, Perwakilan Polres dan OPD lainnya.
Trisko menyampaikan penyerahan bantuan ini dilakukan Pemerintah Kota Lubuk Linggau dalam rangka Penurunan Angka Stunting, Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Inflasi.
Kemudian dilakukan bantuan secara simbolis yang disaksikan langsung oleh Pj Wako dan jajarannya via zoom tersebut berupa beras dan telur serta makanan sehat bagi keluarga beresiko stunting, bantuan Rumah tidak layak.